Angela Anggraeni

LITTLE GIRLS WITH DREAMS BECOME WOMEN WITH VISION

Archive for December 17th, 2017

Laporan Wawancara Tokoh Agama

Comments Off on Laporan Wawancara Tokoh Agama

December 17th, 2017 Posted 01:12

Laporan Akhir

CBDC – TFI

Character Building Agama

MELAKUKAN KEGIATAN WAWANCARA

 Menyikapi Permasalahan Penistaan Agama Dengan Kerendahan Hati dan Sikap Saling Memaafkan

Identitas Kelompok:

NIM Nama Jabatan
2001588564 Klara Sulastrina Ketua
2001588053 Jakobus Enga Leyn Wakil Ketua
2001591041 Sa’ifah Nurti Sekertaris
2001554241 Angela Anggraeni Bendahara
2001607550 Yohanes Octavio Anggota
2001554310 Aninda Safitri Anggota
2001626713 Arjuna Liusady Anggota

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • Latar Belakang

Character  Building Agama adalah salah satu mata kuliah yang bertujuan unuk membentuk karakter dan softskill mahasiswa. Di dalam mata kuliah ini terdapat tugas lapangan yang mengimplementasikan teori di kelas kedalam kehidupan yang konkret.  Tugas lapangan ini bertujuan untuk membantu permasalahan sosial yang sering terjadi di Indonesia.

Salah satu permasalahan sosial yang ada di Indonesia yaitu semakin meningkatnya permasalahan agama yang dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang secara sadar maupun tidak sadar telah yang menodai atau menistkan suatu agama, Hal itulah yang digunakan oleh oknum tertentu untuk memicu terjadinya suatu permasalahan yang serius yang seharusnya tidak perlu terjadi karena kita sudah ditakdirkan hidup berdampingan dengan agama-agama yang sama dan yang berbeda dengan kita.

Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang harus saling menjaga dan melengkapi satu sama lain.

Sesuai dengan tema yang telah telah kami tentukan, kelompok kami menentukan topik tentang Menyikapi Permasalahan Penistaan Agama Dengan Kerendahan Hati dan Sikap Saling Memaafkan Dalam menjalankan tugas character building Agama  ini, kami memilih untuk berfokus untuk mengetahui dan menerapkan topik ini disetiap agama yang kami anut.

Karena kita adalah warga negara Indonesia yang mempunyai agama, suku dan budaya yang berbeda dan selalu ingat dengan nilai-nilai pancasila. kami berharap dengan melalukan wawancara ini kami lebih memahami dan bersikap bijak menghadapi permasalahan-permasalahan seperti ini di tengah lingkungan dan masyarakat kita. Baik yang berkaitan dengan permasalahan penistaan agama dan permasalahan agama lainnya yang masih ada di Indonesia.

 

  • Permasalahan

Dalam lebih 40 tahun terakhir, kasus penodaan agama di Indonesia memiliki “pola yang sama” dan berbagai kasus selalu diawali dengan demonstrasi massa dan penegak hukum menjadikan alasan keresahan masyarakat akibat aksi massa ini, termasuk yang terjadi pada petahanan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menurut pengamat Nahdlatul Ulama, NU.

Ahok ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Rabu (16/11) terkait dugaan penistaan agama menyangkut ucapannya soal surat Al Maidah 51 pada September lalu di Pulau Seribu.

Rumadi Ahmad, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), mengatakan berbagai kasus penistaan ini, termasuk HB Yasin dan Arswendo Atmowiloto muncul akibat tekanan massa dan bersifat subjektif. Dan masih banyak lagi permasalahan yang terjadi di Indonesia yang berkaitan dengan penistaan agama. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami memutuskan memilih topik ini untuk menjadi bahan wawancara project luar kelas kami.

 

  • Rencana Kegiatan

Melihat kondisi yang terjadi tersebut, kami berencana untuk melakukan sebuah kegiatan wawancara kepada tokoh-tokoh agama, dengan tujuan agar kami dapat lebih memahami bagaimana permasalahan tersebut bisa sampai terjadi dan kamipun bisa menyikapi permasalahan tersebut dengan sebijak bijaknya sebagai seorang mahasiswa yang memiliki pengaruh besar di masyarakat dan sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga negara kesatuan republik Indonesia. Karena menurut pandangan kami sendiri jika permasalahan penistaan agama terus dibiarkan dan tanpa adanya pandangan yang bijak untuk meyikapinya dengan kerendahan hati dan sikap saling memaafkan maka permasalahan ini bisa terus terulang kembali di negara kita, Oleh sebab itu kami berharap dengan melakukan wawancara kami bisa lebih bersikap bijak untuk menyikapinnya.

 

  • Maksud dan Tujuan Kegiatan

Maksud dari acara ini adalah sebagai pemenuhan tugas project luar kelas mata kuliah Character Building Agama. Selain itu, kegiatan ini kami lakukan dengan tujuan untuk:

  1. Untuk mengetahui apa itu penistaan agama lebih mendalam.
  2. Untuk mengetahui faktor-faktor permasalahan penistaan agama di Indonesia.
  3. Untuk mengetahui bagaimana mengatasi permasalahan penistaan agama di Indonesia.
  4. Untuk menerapkan sikap rendah hati dan saling memaafkan atas permasalahan penistaan agama di tengah masyarakat Indonesia.

 

  • Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan ini akan diselenggarkan pada :

Kegiatan Pertama : Survey

Hari/ Tanggal        : Kamis, 12 Oktober 2017

Waktu                   : 13:00-17:30

Tempat                 : Yayasan Insan Palma Sejahtera Jakarta, Gereja Maria Bunda Karmel dan Wihara Ekayana Arama.

Kegiatan Kedua    : Wawancara kepada tokoh agama Islam

Hari/ Tanggal        : Kamis, 26 Oktober 2017

Waktu                   : 13:00 – 18:00

Tempat                 : Yayasan Insan Palma Sejahtera Jakarta, Komplek Sandang B-7 RT 001/011, Kel. Palmerah, Kec.Palmerah Jakarta11480

Kegiatan ketiga    : Wawancara kepada tokoh agama Katolik

Hari/ Tanggal        : Kamis, 2 November 2017

Waktu                   : 13:00 – 18:00

Tempat                 : Gereja Maria Bunda Karmel

Jalan Karmel Raya No. 2, Kebon Jeruk, RT.2/RW.4, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530

Kegiatan Keempat :  Wawancara kepada tokoh agama Buddha

Hari/ Tanggal        : Minggu, 12 November 2017

Waktu                   : 13:00 – 18:00

Tempat                 : Wihara Ekayana Arama

Jalan Mangga II No. 8, Tanjung Duren Barat, RT.8/RW.8, Duri Kepa, Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11510

  • Susunan Panitia

Pembimbing                                                       :    Yuliana Tan Yulie

Ketua Panitia                                                     :    Klara Sulastrina

Sekretaris                                                           :    Sa’ifah Nurti

Bendahara                                                         :    Angela Anggraeni

Anggota                                                            :    –     Jakobus Enga Leyn

  • Yohanes Octavio
  • Aninda Safitri
  • Arjuna Liusady

 

  • Susunan Acara

Hari Pertama (Survey) : Kamis, 12 Oktober 2017

NO Waktu Nama Kegiatan PIC
1 13:00-13:30 Briefing bersama kelompok Jakobus
2 13:30-13:35 Berangkat menuju tempat untuk di survey ( Gereja,Wihara dan Masjid) Angela
3 13:35-13:40 Sampai ditempat survey pertama (Gereja) . Suster Klara
4 13:40-14:15 Bertemu kesekretariat untuk menentukan janji kepada pembicara dan berfoto bersama Suster Klara
5 14:15-14:30 Sampai ditempat survey kedua (Wihara) . Aninda Safitri
6 14:30-15:30 Bertemu kesekretariat untuk menentukan janji kepada pembicara dan berfoto bersama Arjuna
7 15:30-16:15 Sampai ditempat survey ketiga (Masjid) . Yohanes
8. 16:15-17:00 Bertemu kesekretariat untuk menentukan janji kepada pembicara. dan berfoto bersama Sa’ifah
9 17:00-17:30 Kembali pulang Angela

 

    Hari Kedua : Kamis, 26 Oktober 2017

NO Waktu Nama Kegiatan PIC
1 13:00-13:30 Briefing bersama kelompok Jakobus
2 13:30-13:40 Berangkat menuju tempat wawancara Yayasan Insan Palma Sejahtera Angela
3 13:40-14:00 Sampai ditempat dan mulai persiapan untuk kegiatan wawancara Yohanes
4 14:00-16:00 Memulai kegiatan wawancara dengan tokoh agama Suster Klara
5 16:00-16:30 Menarik kesimpulan hasil wawancara sambil berbincang Arjuna
6 16:30-16:40 Berkemas,merapihkan aula tempat wawancara, pamit kepada pengurus dan foto bersama tokoh agama Sa’ifah
7 16:40-18:00 Evaluasi dan kelompok bersiap untuk pulang Aninda Safitri

 

   Hari Ketiga : Kamis, 2 November 2017

NO Waktu Nama Kegiatan PIC
1 13:00-13:30 Briefing bersama kelompok Sa’ifah
2 13:30-13:40 Berangkat menuju tempat wawancara di Gereja Angela
3 13:40-14:00 Sampai ditempat dan mulai persiapan untuk kegiatan wawancara Suster Klara
4 14:00-16:00 Memulai kegiatan wawancara dengan tokoh agama Arjuna
5 16:00-16:30 Menarik kesimpulan hasil wawancara sambil berbincang Aninda Safitri
6 16:30-16:40 Berkemas,merapihkan aula tempat wawancara, pamit kepada pengurus dan foto bersama tokoh agama Jakobus

 

    Hari Keempat : Minggu, 12 November 2017

NO Waktu Nama Kegiatan PIC
1 13:00-13:30 Briefing bersama kelompok Arjuna
2 13:30-13:40 Berangkat menuju tempat wawancara Masjid Angela
3 13:40-14:00 Sampai ditempat dan mulai persiapan untuk kegiatan wawancara Sa’ifah
4 14:00-16:00 Memulai kegiatan wawancara dengan tokoh agama Aninda Safitri
5 16:00-16:30 Menarik kesimpulan hasil wawancara sambil berbincang Jakobus
6 16:30-16:40 Berkemas,merapihkan aula tempat wawancara, pamit kepada pengurus dan foto bersama tokoh agama Suster Klara
7 16:40-18:00 Evaluasi dan kelompok bersiap untuk pulang Yohanes

 

  • Anggaran Biaya
1 Pemasukan ( 7 @ Rp30.000  ) Rp210.000
(Patungan Anggota Kelompok)
2 Pengeluaran
1) Transportasi ( 2 @ Rp40.000  ) Rp80.000
2) Jilid ( 2 @ Rp10.000  ) Rp20.000
3) Parsel Buah ( 2 @ Rp50.000  ) Rp75.000
Jumlah Pengualaran Rp175.000
Saldo Rp35.000

 

BAB II

METODE KEGIATAN

  • Wawancara Kepada Tokoh Agama

Tentunya adanya tujuan yang hendak dicapai pada kegiatan wawancara, yaitu:

Agar kami dapat mengetahui dan mempererat tali persaudaraan antar sesama, meningkatkan kepeduliaan terhadap sesama umat manusia. Terutama dalam permasalahan penistaan agama. Semoga melalui kegiatan ini kita dapat mewujudkan tujuan tersebut dan lebih meningkatkan rasa rendah hati dan sikap memaafkan dalam setiap permasalahan yang kami hadapi.

BENTUK KEGIATAN

Jenis Kegiatan Wawancara

Adapun kegiatan wawancara yang akan kita lakukan :

  1. Melakukan wawanacara kepada tokoh agama katolik.
  2. Melakukan wawancara kepada tokoh agama muslim.
  3. Melakukan wawancara kepada tokoh agama Buddha.

Dalam setiap tokoh agama yang kami temui, kami berikan pertanyaan yang sama, kami sangat berharap mendapatkan jawaban yang berbeda-beda dari setiap tokoh agama yang kami temui, kami mendapatkan jawaban yang berbeda-beda, agar kamipun juga dapat mengetahui pendapat atau jawaban yang bervariasi dari setiap tokoh agama yakni Islam, Katolik dan Buddha.

Karena dengan mengetahui pendapat dari tokoh agama kami bisa lebih memahami permasalahan  agama tersebut dari sudut pandang setiap agama. Kelompok juga berharap dapat belajar lebih dalam mengenai kerendahan hati dan sikap saling memaafkan sebagai salah satu jalan keluar dan cara menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan unsur SARA. Menurut kelompok kami sebagai generasi muda sangat perlu untuk memperdalam dan menanamkan sikap toleransi, sikap rendah hati dan sikap saling memaafkan.

BAB III

KONSEP

 

Konsep yang kami digunakan untuk melakukan kegiatan ini adalah:

  1. Membuat Pertanyaan

Sebelum melakukan wawancara, kelompok kami berkumpul dan mendiskusikan mengenai pertanyaan-pertanyaan apa saja yang akan kami tanyakan kepada tokoh-tokoh agama. Yang mengenai tentang menyikapi permasalahan penistaan agama dengan kerendahan hati dan sikap saling pertanyaan yakni :

  1. Menurut anda, Apa yang dimaksud dengan penistaan agama ?
  2. Faktor apa yang membuat seseorang melakukan penistaan agama?
  3. Menurut Anda, bagaiman kita sebagai orang yang beragama untuk bisa menyikapi permasalahan penistaan agama ?
  4. Menurut anda, apakah menyelesaikan masalah ini dengan kerendahan hati dan sikap saling memaafkan adalah cara terbaik ?

 

  1. Menjelaskan maksud dan tujuan wawancara

Setelah mempersiapkan dan membuat pertanyaan, langkah selanjutnya kami akan menjelaskan maksud dan tujuan wawancara kami kepada para tokoh-tokoh agama Katolik, Buddha, & Islam. Tujuan kami yakni agar kami lebih mengetahui dan mampu bertindak dengan bijak dalam menghadap permasalahan penistaan agama.

  1. Wawancara

Langkah selanjutnya kami melakukan survey dan membuat janji dengan para tokoh agama, untuk menentukan jadwal  wawancara dengan para tokoh agama.

 

BAB IV

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan Pertama  : Survey

Hari/ Tanggal        : Kamis, 12 Oktober 2017

Waktu                   : 13:00-17:30

Tempat                 : Yayasan Insan Palma Sejahtera Jakarta, Gereja Maria Bunda Karmel dan Wihara Ekayana Arama.

 

Hari Pertama (Survey) : Kamis, 12 Oktober 2017

NO Waktu Nama Kegiatan PIC
1 13:00-13:30 Briefing bersama kelompok Jakobus
2 13:30-13:35 Berangkat menuju tempat untuk di survey ( Gereja,Wihara dan Masjid) Angela
3 13:35-13:40 Sampai ditempat survey pertama (Gereja) . Suster Klara
4 13:40-14:15 Bertemu kesekretariat untuk menentukan janji kepada pembicara dan berfoto bersama Suster Klara
5 14:15-14:30 Sampai ditempat survey kedua (Wihara) . Aninda Safitri
6 14:30-15:30 Bertemu kesekretariat untuk menentukan janji kepada pembicara dan berfoto bersama Arjuna
7 15:30-16:15 Sampai ditempat survey ketiga (Masjid) . Yohanes
8. 16:15-17:00 Bertemu Ustadzah Sri untuk menentukan janji kepada pembicara. dan berfoto bersama Sa’ifah
9 17:00-17:30 Kembali pulang Angela

 

Berikut ini merupakan uraian serangkaian kegiatan pertama yang kami lakukan ketika melaksanakan kegiatan yaitu:

Survey Pertama

Nama Tempat              : Gereja Maria Bunda Karmel

Waktu pelaksana         : 14:00 – 15:00

Agama Narasumber    : Katolik

Kunjungan pertama ke Gereja Maria Bunda Karmel,

Sesampainya kami di Gereja Bunda Karmel kami bertemu dengan pengurus gereja di ruang sekretariat. Kami bertemu dengan pengurus gereja untuk mengatur waktu dan meminta izin untuk kegiatan wawancara kami dengan Romo Wilibaldus Gebo, O’Carm

Gereja Bunda Karmel itu bertempat di Jl Karmel Raya No.2, RT.2/RW.4, Kb Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jadi kami kesana hanya memakan waktu sekitar 10–20 menit saja.

Kami mendapatkan waktu wawancara pada hari Kamis 2 November 2017 dengan Romo Wilibaldus Gebo, O’Carm di Gereja Maria Bunda Karmel.

Survey Kedua

Nama Tempat              : Wihara Ekayana Arama

Waktu Pelaksana         : 15:00-16:00

Agama Narasumber    : Buddha

Kunjungan kedua ke Wihara Ekayana Arama

Sesudah kami melakukan survey di Gereja Maria Bunda Karmel, kami melakukan survey selanjutnya yaitu di Wihara Ekayana Arama. Disana kami bertemu dengan pengurus wihara untuk mengatur jadwal wawancara dengan biksu atau yang biasa disebut dengan bante disana.

Wihara Ekayana Arama bertempat di Jalan Mangga II No. 8, Tanjung Duren Barat, RT.8/RW.8, Duri Kepa, Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11510, yang hanya sekitar 15-20 menit dari Gereja Maria Bunda Karmel

Kami mendapatkan waktu wawancara pada hari Minggu, 12 November 2017 dengan bante di Wihara Ekayana Arama.

Survey Ketiga

Nama Tempat              : Yayasan Insan Palma Sejahtera Jakarta

Waktu Pelaksana         : 17:00-18:00

Agama Narasumber    : Islam

Kunjungan terakhir kami ke Yayasan Insan Palma Sejahtera Jakarta

Setelah selesai dari Wihara Ekayana Arama, kami langsung bergegas ke temapt survey berikutnya. Setelah tiba dan beristirahat sejenak sambil menunggu Ibu Sri selesai mengajar mengaji yang kebetulan merupakan guru mengaji salah satu teman kami di Yayasan Insan Palma Sejahtera Jakarta. Sekitar pukul 17:00 kami bertemu Ibu Sri dan meminta izin sekaligus untuk menentukan jadwal wawancara dengan beliau.

Tempat yang kami survey berada di Komplek Sandang B-7 RT 001/011, Kel. Palmerah, Kec.Palmerah Jakarta11480 Kami mendapatkan waktu wawancara dengan Ibu Sri pada hari Kamis, 26 Oktober 2017 di temapt ia mengajar yaitu Yayasan Insan Palma Sejahtera Jakarta.

Kegitan Kedua

Hari/tanggal    : Kamis, 26 Oktober 2017

Waktu             :  13:00-18:00

Tempat            :   Yayasan Insan Palma Sejahtera

Alamat                        :  Jl. Komplek Sandang B-7 RT.1/RW.11, Palmerah, Kota Jakbar

Kegiatan Kedua : Kamis, 26 Oktober 2017

NO Waktu Nama Kegiatan PIC
1 13:00-13:30 Briefing bersama kelompok Jakobus
2 13:30-13:40 Berangkat menuju tempat wawancara Yayasan Insan Palma Sejahtera Angela
3 13:40-14:00 Sampai ditempat dan mulai persiapan untuk kegiatan wawancara Yohanes
4 14:00-16:00 Memulai kegiatan wawancara dengan tokoh agama Suster Klara
5 16:00-16:30 Menarik kesimpulan hasil wawancara sambil berbincang Arjuna
6 16:30-16:40 Berkemas,merapihkan aula tempat wawancara ,pamit kepada pengurus dan foto bersama tokoh agama Sa’ifah
7 16:40-18:00 Evaluasi dan kelompok bersiap untuk pulang Aninda Safitri

 

Berikut ini merupakan uraian serangkaian kegiatan kedua yang kami lakukan ketika melaksanakan kegiatan yaitu:

Dalam wawancara pada kali, mewawancarai tokoh agama Islam bernama Ustadzah Sri. Judul wawancara kelompok kami “  Menyikapi Permasalahan Penistaan Agama dengan Kerendahan dan Hati dan Sikap saling Memaafkan’’.  Kami menuju ke Yayasan Insan Palma ,setelah jam kuliah selesai. Akhirnya smpai , kami langsung melakukan wawancara.  Pertanyaan yang kelompok kami berikan :

1.Menurut anda, Apa yang dimaksud dengan penistaan agama ?

2.Faktor apa yang membuat seseorang melakukan penistaan agama?

3.Menurut Anda, bagaimana kita sebagai orang yang beragama untuk bisa menyikapi permasalahan penistaan agama ?

4.Menurut anda, apakah menyelesaikan masalah ini dengan kerendahan hati dan sikap saling memaafkan adalah cara terbaik ?

Jawaban dari Ustadzah Sri :

1.Penistaan agama adalah seorang yang hanya mengetahui bukan mempelajari dari agama tersebut. Seorang yang salah menafsirkan ayat-ayat dari agama lain .

2.Ia hanya mengetahui ajaran tersebut tetapi tidak memperdalamkannya. Apa yang ia ketahui itu benar dan tidak dapat menyinggung agama lain dan kurangnya berdialog antar umat beragama.

3.Harus diadakan pertemuan tokoh-tokoh agama yang di Indonesia. Tidak berdebat      tetapi berdiskusi dan mengerti ajaran agama lain. Jika ada mendapatkan berita, harus mencari kebenaran berita tersebut.

4.Dengan ada kerendahan hati dan sikap saling memaafkan adalah cara terbaik. Bicara dengan secara kepala dingin.

Pesan untuk anak muda menyikapi kejadian ini dari Ustadzah Sri  “ Sebagai anak muda jangan mudah terprovokasi dan menyambil kesimpulan dari berita yang belum tentu kebenarannnya’’.

Kegiatan ketiga    : Wawancara kepada tokoh agama Katolik

Hari/ Tanggal        : Kamis, 2 November 2017

Waktu                   : 13:00 – 16:40

Tempat                 : Gereja Maria Bunda Karmel

Jalan Karmel Raya No. 2, Kebon Jeruk, RT.2/RW.4, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530

 Hari Ketiga : Kamis, 2 November 2017

NO Waktu Nama Kegiatan PIC
1 13:00-13:30 Briefing bersama kelompok Sa’ifah
2 13:30-13:40 Berangkat menuju tempat wawancara di Gereja Maria Bunda Karmel Angela
3 13:40-14:00 Sampai ditempat dan mulai persiapan untuk kegiatan wawancara Suster Klara
4 14:00-16:00 Memulai kegiatan wawancara dengan tokoh agama Arjuna
5 16:00-16:30 Menarik kesimpulan hasil wawancara sambil berbincang Aninda Safitri
6 16:30-16:40 Berkemas,merapihkan aula tempat wawancara,pamit kepada pengurus dan foto bersama tokoh agama Jakobus

 

Berikut ini merupakan uraian serangkaian kegiatan ketiga yang kami lakukan ketika melaksanakan kegiatan yaitu:

Kegiatan ketiga kami berlokasi di Pastoran Gereja Maria Bunda Karmel Jl.  Karmel Raya no 2 Kebon Jeruk. Dalam wawancara dengan tokoh Agama Katolik yaitu Romo Wilibaldus Gebo, O’Carm selaku pastor rekan Paroki Tomang, Gereja Maria Bunda Karmel. Dalam wawancara tersebut kami mengajukkan pertanyaan-pertanyaan  yang sesuai dengan topik 11 CB Agama.

  1. Menurut Romo apa yang dimaksud dengan penistaan Agama ?

Pendapat Romo : merupakan tindak penghinaan, penghujatan, atau ketidaksopanan terhadap lain agama, adat istiadat, dan keyakinan suatu agama.

2. Faktor apa saja yang membuat seseorang melakukan penistaan agama ?

Pendapat Romo: karena memahami tentang agama lain, tetapi “merasa sok tahu dan juga kurangnya gerakan antarumat beragama untuk saling menasihati dalam kebaikan. Akibatnya, banyak orang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Mereka hanya memikirkan diri sendiri.

3. Sebagai orang beragama bagaiman kita dapat menyikapi permasalahan penistaan agama ?

Pendapat Romo: Cara mencegahnya adalah sesama manusia harus saling  memegang teguh adanya Tuhan dan juga harus menghasihi satu sama lain dan yang terpenting adalah kita tidak boleh membeda bedakan agama karna itu adalah penyebab terbesar terjadinya penistaan agama dan cara mengatasinya adalah ubah pola pikir tentang perbedaan agama. Tidak merasa agamanya paling benar dan meningkatkan sikap toleransi.

4. Menurut Romo apakah menyelesaikan permasalahan ini dengan kerendahan hati dan sikap saling memaafkan adalah cara terbaik ?

Pendapat Romo: Iya karena sikap ini adalah dapat membawa perdamaian dan kerukunan antar umat beragama,

5. Pesan unuk orang muda, jika kedepan terjadi konflik dalam agamanya ?

Pesan Romo: orang muda jangan muda terprovokasi dengan isu-isu, jika terjadi penistaan serhakan kepada pihak yang berwajib

Dan  kami mendengar banyak informasi dari  pandangan pastor selaku tokoh agama Katolik, tentang penistaan agama, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan orang melakukan penistaan, bagaimana cara menyikapi, dan  apakah sikap rendah hati dan memaafkan merupakan salah satu cara  untuk menghadapi pelaku penistaan agama, dan apa pesan pastor terhadap orang muda supaya jika ada peristiwa penistaan atau konflik tidak muda terprovokasi. Kegiatan wawancara ini kami liput dalam rekaman  video, dan foto yang akan ditanyangkan saat presentasi kelompok Project .

Kegiatan Keempat :  Wawancara kepada tokoh agama Buddha

Hari/ Tanggal  : Minggu, 12 November 2017

Waktu             : 13:00 – 16:40

Tempat            : Wihara Ekayana Arama

Jalan Mangga II No. 8, Tanjung Duren Barat, RT.8/RW.8, Duri Kepa, Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11510

Hari Keempat : Minggu 12 November 2017

NO Waktu Nama Kegiatan PIC
1 13:00-13:30 Briefing bersama kelompok Sa’ifah
2 13:30-13:40 Berangkat menuju tempat wawancara Wihara Ekayana Arama Angela
3 13:40-14:00 Sampai ditempat dan mulai persiapan untuk kegiatan wawancara Suster Klara
4 14:00-16:00 Memulai kegiatan wawancara dengan tokoh agama Arjuna
5 16:00-16:30 Menarik kesimpulan hasil wawancara sambil berbincang Aninda Safitri
6 16:30-16:40 Berkemas, merapihkan aula wawancara dan pamit kepada pengurus dan foto bersama tokoh agama Jakobus

 

Berikut ini merupakan uraian serangkaian kegiatan keempat yang kami lakukan ketika melaksanakan kegiatan yaitu:

Pada Hari Minggu 12 November 2017 kelompok kami melakukan kegiatan wawancara yang di lakukan di Wihara Ekayana Arama, karena di hari tersebut hujan besar, sayang sekali kelompok kami tidak semua nya bisa hadir, Kelompok kami menunggu di sebuah rumah yang cukup besar seperti aula yang nantinya akan digunakan sebagai tempat kami melakukan wawancara, karena di Wihara sedang ada kebaktian pada hari minggu. Setelah setengah jam menunggu akhirnya Bante (Sebutan untuk tokoh agama Buddha) pun datang dan menyapa kami. Tidak lama Bante mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam aula tersebut. Kami pun memulai dengan memperkenalkan diri, dan menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan kami ke tempat ini untuk melakukan wawancara. Setelah kami memperkenalkan diri kepada Bante kami langsung mengajukan beberapa pertanyaan yang sudah kami siapkan sebelumnya yaitu :

  1. Menurut anda, Apa yang dimaksud dengan penistaan agama ?
  2. Faktor apa yang membuat seseorang melakukan penistaan agama?
  3. Menurut Anda, bagaimana kita sebagai orang yang beragama untuk bisa menyikapi permasalahan penistaan agama ?
  4. Menurut anda, apakah menyelesaikan masalah ini dengan kerendahan hati dan sikap saling memaafkan adalah cara terbaik ?

Jawaban dari Bante adalah sebagai berikut :

  1. Seseorang bisa dikatakan melakukan penistaan agama apabila ia dengan sengaja ataupun tidak sengaja menjelekan atau menodai nama baik suatu agama.
  2. Faktor-faktor nya adalah kaum yang menganggap agamanya paling benar, dan tidak peduli dengan kepercayaan orang lain dan kurangnya pemahaman seseorang tentang suatu agama tetapi sok tahu, dan sok pintar tentang penafsiran tentang ajaran suatu agama.
  3. Tidak perlu ikut campur, jalan paling adil adalah melewati jalur hukum, sang Buddha mengajarkan agar kita tidak membalas suatu perbuatan yang jahat, karena nantinya tidak akan ada pernah habisnya dan akan terus berulang.
  4. Ya, itu adalah cara yang paling tepat selain dengan duduk bersama dan berdialog antar umat beragama yang satu, dengan yang lain, kerena dengan sikap rendah hati yang sangat besar dan sikap saling memaafkan yang tulus kita bisa membuat relasi antar umat beragama jauh semakin lebih baik, walaupun sempat terjadi gesekan atau kesalahpahaman hal tersebut bisa langsung diselesaikan.

BAB V

PENUTUP

 

Demikianlah laporan kegiatan project luar kelas mata kuliah Character Building Agama ini kami buat dengan sebaik-baiknya. Kami bersyukur karena kegiatan project luar kelas ini dapat terlaksana dengan baik sehingga kami pun bisa menjadi anak anak penerus bangsa yang memiliki karakter rendah hati dan sikap saling memaafkan apapun masalah yang kami hadapi baik yang menyangkut masalah penistaan agama dan permasalahan agama lainnya. Atas perhatian dan kerja sama bapak/ibu, kami mengucapkan banyak terima kasih.

Lampiran Dokumentasi Kegiatan :

 

Dokumentasi Survey :

Dokumentasi Kegiatan :

Posted in CB-Agama